Perbedaaan Properti Syariah dengan Properti Konvensional

Perbedaaan Properti Syariah dengan Properti Konvensional

Dari penjelasan yang sudah dijelaskan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan properti syariah dan properti konvensional secara umum terletak pada beberapa hal berikut ini.

  • Pihak Yang Transaksi

KPR Syariah: terdapat 2 Pihak yang bertransaksi yaitu antara pembeli dan developer

Bank Syariah: terdiri dari 3 Pihak yaitu antara pembeli, developer dan bank

Bank Konvensional: juga terdiri dari 3 Pihak yaitu antara pembeli, developer dan bank

  • Barang Jaminan

KPR Syariah: menetapkan bahwa Rumah yang di perjualbelikan/kredit tidak dijadikan jaminan

Bank Syariah: memberikan kebijakan Rumah yang diperjualbelikan/kredit dijadikan jaminan

Bank Konvensional: memberikan kebijakan Rumah yang diperjualbelikan/kredit dijadikan jaminan

  • Sistem Denda

KPR Syariah: Tidak mengenakan denda

Bank Syariah: mengenakan denda

Bank Konvensional: Ada denda

  • Sistem Sita

KPR Syariah: Tidak ada sita

Bank Syariah: Tidak ada sita

Bank Konvensional: mengenakan sita

  • Sistem Penalty

KPR Syariah: Tidak ada penalty

Bank Syariah: Tidak ada penalty

Bank Konvensional: mengenakan penalty

  • Sistem Asuransi

KPR Syariah: Tidak ada asuransi

Bank Syariah: menggunakan asuransi

Bank Konvensional: menggunakan asuransi

Jadi secara umum perbedaan properti syariah dan properti konvensional terletak pada sistem asuransi, sistem pinalti, sistem bunga, sistem denda, dan sistem sita yang diterapkannya. Dalam properti syariah tidak ada sistem bunga, asuransi, penalty, denda ataupun sita dan tidak melibatkan bank sebagai pihak ketiga.

Itulah informasi lebih detail dari properti syariah sebagai bisnis perumahan syariah yang menggiurkan dan untung besar baik di dunia atau di akhirat. Semoga bermanfaat, terimakasih.